Mari Mulai Mengajarkan Anak untuk Berpikir Positif

berpikir positifApa Anda pernah mengalami bertemu dengan seseorang yang sering putus asa, mengeluh hingga marah-marah? Jangan biarkan hal tersebut terjadi di sekitar lingkungan sang buah hati. Tanpa disadari akan berpengaruh untuk anak karena menyebabkan timbulnya pikiran negatif. Belum lagi kata-kata negatif yang keluar dapat memacu hormon stres, sebaiknya ajarkan ia untuk mulai berpikir positif. Anda bisa memulainya mulai dari beberapa tahap ini:

1. Hindari Sikap dan Kebiasaan Mengeluh

Ketika Anda sebagai seorang ibu sedang lelah dan pekerjaan terasa berat, coba kurangi mengeluh. Apalagi saat di depan anak sikap mengeluh akan menular dan diingat oleh anak. Kendalikan emosi Anda seperti menonton tv atau mendengarkan lagu kesukakaan setelah anak berangkat sekolah. Anak akan belajar dari sang ibu untuk menghadapi situasi seburuk apapun ada solusinya. Mengeluh bukan sebuah jalan keluar, berpikir positif akan memberikan kesempatan Anda mendapatkan solusi terbaik.

2. Fokus Mendapatkan Solusi dari Masalah yang Terjadi

Bukan hanya Anda yang akan merasakan berbagai macam masalah, anak juga pasti melaluinya. Persoalan paling mudah dan sulit, kuncinya Anda mengajarkan untuk mencari solusi. Berpikir positif seperti ketika anak panik kehilangan mainan atau alat sekolah, ajak anak mengingat kembali terakhir anak menaruhnya. Katakan pada anak apa yang akan dilakukan jika barang tersebut tidak bisa ditemukan, apakah menabung untuk membeli penggantinya dan sebagainya. Pastikan masalah diselesaikan dengan pikiran yang positif.

3. Perhatikan Kemampuan Anak Anda

Sudah tugas orangtua untuk membantu dan mendorong anak mencapai cita-citanya. Tetapi ingatkan anak untuk bisa mengukur kemampuan yang dimilikinya. Ketika anak menginginkan sesuatu, anak harus berjuang untuk mendapatkannya. Keberuntungan sesekali mungkin akan terjadi, tetapi pada situasi yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Ingin mendapatkan nilai bagus, jika tidak belajar maka tidak akan tercapai keinginannya. Suatu hari anak mengalami kegagalan, jangan biarkan ia larut dalam kesedihan hingga menyalahkan diri sendiri. Tingkatkan cara berpikir anak agar semangat dalam memperbaiki segala kesalahannya.

4. Ajarkan Anak Tentang Berpikir Panjang

Memiliki sikap optimis tidak akan datang begitu saja, harus ada acuan atau dorongan. Berikan anak kebiasaan untut berpikir secara panjang jika terjadi situasi negatif. Mendapat perlakuan tidak baik dari temannya, ajarkan agar tidak membalas dengan perkataan yang menyakitkan. Berpikir positif adalah kuncinya sebelum bertindak, mengapa anak bisa mengalami kejadian seperti itu? Kemudian anak bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan lebih dewasa bersama teman-temannya.

5. Berikan Kata yang Memotivasi

Anak memiliki standar kesulitan masing-masing seperti salah dalam mengerjakan soal atau harus remedial ketika ujian. Usahakan untuk tidak memarahi anak dengan kata-kata kasar dan negatif. Gunakan kalimat motivasi agar ia lebih semangat belajar dan bisa mengalahkan rasa malasnya. Sikap Anda bisa menentukan sikap anak saat ia dewasa, maka cobalah berikan kebiasaan positif untuk kebaikan anak nantinya.